KATA PENGANTAR

Pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia, sebagai Bank Sentral, dilakukan untuk mendukung fungsi, tugas, dan kewenangan Bank Indonesia terkait kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran. Salah satu program yang dilakukan adalah “Pengembangan UMKM Unggulan” yang bertujuan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di daerah secara berkelanjutan yang berbasiskan pada potensi lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Pengembangan UMKM Unggulan diimplementasikan di seluruh Indonesia oleh 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Program dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir, dilakukan akselerasi melalui pemanfaatan perkembangan ekonomi dan keuangan digital, dan diarahkan untuk membantu mengurangi defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor produk UMKM. Hasilnya adalah peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan akses pasar hingga ke pasar ekspor. Dari 898 UMKM binaan dan mitra, 355 UMKM telah menggunakan platform digital untuk memasarkan produk maupun transaksi pembayaran, dan 91 UMKM yang telah melakukan ekspor.

Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) dilakukan untuk mendiseminasikan kebijakan dan peran Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM Unggulan, dan sebagai ajang memperkenalkan dan mempromosikan produk UMKM Unggulan Bank Indonesia. KKI 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-empat kali, dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM Go Export dan Go Digital”. KKI ini merupakan sebuah Festival yang dirancang dengan format seperti sebuah resepsi atau sebuah selebrasi perayaan kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun dibina Bank Indonesia di berbagai daerah. Kegiatan KKI 2019 dirancang secara terintegrasi, meliputi pameran produk unggulan, pagelaran karya kreatif yang dilaksanakan setiap hari, serta talkshow, workshop, business matching dan business coaching untuk mendukung UMKM Go Global dan Go Digital.

Produk kreatif UMKM yang ditampilkan terdiri dari kain tradisional dan fesyen, kerajinan, dan makanan dan minuman olahan termasuk kopi. Produk-produk kreatif yang ditampilkan memiliki nilai otentik/original, memiliki nilai budaya, mengangkat citra daerah, memiliki nilai ekonomis tinggi, dan berkualitas ekspor. Jumlah UMKM yang berpartisipasi pada KKI 2019 sebanyak 370 UMKM, terdiri dari 120 UMKM kategori kain, 83 kerajinan, dan 167 makanan dan minuman olahan termasuk kopi, dari seluruh nusantara. Informasi produk dan UMKM peserta pameran, jadwal acara, layout, serta informasi KKI 2019 lainnya juga tersedia pada website yang dapat diakses secara digital dengan cara scan kode QR. Demikian
pula dengan alat pemayaran yang lebih praktis dan efisien dengan menggunakan sarana non tunai dan kode QR.

Kami berharap, KKI 2019 dapat memberikan inspirasi, wawasan dan pengalaman bagi pengunjung, sehingga lebih mencintai produk karya anak bangsa, dan mendorong tumbuhnya UMKM. Ke depan, Bank Indonesia akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Kiranya Allah SWT meridhoi ikhtiar kita bersama.

Jakarta, 12 Juli 2019

Budi Hanoto
Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen
Bank Indonesia

LATAR BELAKANG

Program pengembangan UMKM Unggulan merupakan salah satu perwujudan kontribusi nyata Bank Indonesia dalam perekonomian nasional, melalui penciptaan aktivitas ekonomi baru berbasis potensi lokal yang dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan UMKM Unggulan dilaksanakan melalui pendekatan Local Economic Development (LED) dengan mengedepankan proses penciptaan nilai tambah. Cakupan pembinaan dari hulu ke hilir dan implementasi dilakukan dengan
menggalang sinergitas dengan pelaku usaha dan berbagai elemen lainnya. Pengembangan UMKM Unggulan difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pariwisata untuk mendukung penurunan defisit transaksi berjalan.

Pengembangan UMKM Unggulan dilakukan dalam beberapa tema, antara lain industri kreatif, mendukung ekspor, pemberdayaan
perempuan, dan daerah perbatasan atau tertinggal. UMKM Unggulan yang dikembangkan adalah yang dapat mendukung perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja khususnya tenaga kerja muda dan tenaga kerja wanita, sekaligus mengangkat citra budaya daerah. Produk maupun komoditas yang dikembangkan umumnya memiliki memiliki irisan antara
satu tema dengan tema lainnya. Sebagai contoh, produk kreatif berbasis kain tradisional yang merupakan kekayaan budaya daerah lekat dengan pemberdayaan perempuan, dan berpotensi ekspor.

Fasilitasi pengembangan dan peningkatan kapasitas UMKM meliputi beberapa aspek, antara lain: i) aspek produksi; a.I melalui kegiatan kurasi produk kreatif UMKM binaan Bank Indonesia oleh kurator internasional, sehingga desain produk lebih variatif dan mengikuti tren dunia serta lebih diminati oleh pasar dunia dan bernilai jual tinggi; ii) aspek pemasaran; a.l
fasilitasi perluasan akses pasar melalui kegiatan pameran yang dilakukan secara rutin atau sinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam pameran di dalam negeri maupun di luar negeri; iii) aspek permodalan dan pengelolaan keuangan; a.l. melalui pelatihan Pencatatan Transaksi Keuangan; serta iv) aspek kewirausahaan dan peningkatan kapasitas; a.l. fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha Bank Indonesia khususnya dalam rangka akses pasar ekspor. Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) merupakan salah satu bentuk upaya perluasan pasar UMKM.

Pameran KKI 2019 mengangkat tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM Go Export dan Go Digital”. Tema KKI tersebut dibagi ke dalam tiga subtema yang paling relevan saat ini dan menjadi key messege rangkaian kegiatan KKI setiap harinya yaitu “UMKM Go Global dan Business Matching” pada hari pertama, “UMKM Go Export dan Pesta Kuliner” pada hari kedua, dan “UMKM Go Digital dan Pesta Kopi” pada hari ketiga. Berbagai kegiatan, seperti talkshow, workshop, business matching dan business coaching diselaraskan dengan tiga tema tersebut, dengan mengundang berbagai narasumber kompeten di bidangnya. Demikian pula dengan pagelaran karya kreatif yang dilakukan setiap hari
bekerja sama dengan disainer nasional, yang mengolah produk kain dari UMKM binaan Bank Indonesia menjadi karya baru bernilai tambah tinggi dan siap menembus pasar ekspor. Business matching UMKM dengan berbagai pihak seperti lembaga keuangan, marketplace, dan importir maupun agregator, dilaksanakan untuk mendorong akses UMKM pada berbagai potensi kerjasama.

Tahapan Pengembangan UMKM Unggulan Bank Indonesia :

FOKUS DAN TUJUAN PELAKSANAAN PAMERAN

Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM Go Export dan Go Digital” dilaksanakan dengan tujuan:

  • Mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat mengenai peran BI dalam pengembangan UMKM,
  • Memperluas akses pasar domestik maupun ekspor dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (marketplace) yaitu masyarakat umum dan pihak-pihak yang terhubung dengan pasar ekspor,
  • Sebagai katalisator bagi pelaku usaha Industri Kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi.

Empat tahun perjalanan penyelenggaraan KKI: